Tag Facebook

1 05 2010

Mewabahnya situs jejaring sosial khususnya Facebook, mempunya dampak terhadap beberapa hal. Tidak saja dari segi ekonomi dimana para produser handphone dan operatur seluler yang panen, tetapi juga gaya hidup. Kali ini Lotif menyoroti soal istilah-istilah yang lazim dipakai di FB, TAG.
Tag di FB adalah memberikan tanda di foto yang sudah diupload ke FB dengan nama/ID atau keterangan lain sehingga foto tersebut akan tampil pada wall teman yang bersangkutan. Dalam taraf tertentu, memang bagus namun fasilitas ini sering digunakan juga untuk promosi barang sehingga terhadang nyebelin… :megreen:
Okeeh, kembali ke kartun, Kang Koesdiwanto kali ini mengangkat kasus priok sebagai sumber ide yg bisa disumbangkan ke Pemprov DKI untuk pengamanan satpol PP mereka… :p

LOTIF – Karya : Beng Rahadian


Karya : Koesdiwanto – Kaliwungu Kendal

Yang paling lucu adalah, saat kita bikin humor ternyata tidak ada yang tertawa.. :evil:





Pedas lawan Keras

27 04 2010

Kasus Priok, Priok Berdarah, Priok Membara, Tragedi Priok dan judul-judul bombastis lainnya menghiasi halaman media cetak dan elektronika. Kartunmania hanya selintas saja menyaksikan tayangan dari media TV (terutama) yang menayangkan kejadian tersebut dengan sangat berlebihan. Berlebihan? Ya!! Berulang-ulang adegan kekerasan yang sangat tidak pantas ditayangkan itu diputar. Adegan korban yang sudah tidak berdaya terkapar dijalanan dan masih dihujani dengan batu dan pukulan tersebut sangat memilukan. Yaah, meskipun ditutup dengan sedikit di acak, namun esensi kekerasan tersebut sangat tidak baik untuk dipertontonkan ke masyarakat.
Apa sih motivasi Media TV menayangkan adegan tersebut?
Untuk menyampaikan fakta yang sebenarnya?
So, what?? Kenapa mesti berulang-ulang? Ah, uang ternyata sering menyilaukan mata hati seseorang. Hanya demi Rating tinggi mereka rela mengorbankan sisi pendidikan bagi generasi muda kita…….
Okeeh, kartunmania tidak bisa membahas lebih detail tentang kasus Priok. Jujur saja, kartunmania gak tahu siapa yang sebenarnya bersalah dalam kasus ini, Satpol PP – pemprov DKI Jaya atau keluarga ahli waris Mbah Priok, atau warga masyarakat yang ikut memicu terjadinya tragedi tsb.
Jujur saja di satu sisi sedih, kenapa hal ini terjadi..
sedih…. kenapa sesama umat islam saling bunuh untuk sesuatu yang samar-samar… :sad:
marah… sialan tuh si provokator…. :mad:
salut… bagi siluman yang bisa mengubah isu kasus tanah menjadi isu jihat…. :mrgreen:
prihatin…. masih banyak saudara-saudaraku yang sangat mudah tersulut… :(
sangat prihatin…. masih banyak saudara2ku yang bodoh… :(
waspada… jangan sampai anak, keponakan, adik, kakak, dan sodara2ku ikut-ikutan sesuatu yg gak jelas..
menangis… :cry: semoga arwah korban diterima disisiNya dan diampuni segala dosa kesalahannya. Semoga keluarga yg ditunggalkan mendapatkan kekuatan, semoga kasus ini segera mendapatkan jalan keluar terbaik, semoga anak-anak kita tidak terjerumus ke dalam kesalahan serupa untuk yang kedua kalinya… amin 3X.
Lanjut ke kartun aje ya bro, satu pelajaran lagi dari bang Lotif, kerasnya batu terkadang kalah dengan pedasnya lidah… maka tak tak heran jika ilustrasi tersebut terjadi… :D
Sedangkan Pakho masih menyoroti fenomena Gayus yang digambarkan mirip gembong Mafia War, perampok berclurit aja tidak berani menjamah hartanya Gayus…. :lol:

Kartun dan Karikatur Koran Tempo, 18 April 2010

LOTIF – Karya : Beng Rahadian

Karya : Pakho





Janda Tiga Anak

22 04 2010

Sedih…. :(
Sudah ditinggal mati suami, tiga orang anaknya yang sukses berkarir di tiga instansi berbeda, ikut-ikutan “meninggalkan” ibu Pratiwi. Mereka sudah tidak peduli lagi tentang nasib ibunya yang notabene-nya adalah orang yang telah mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan, mengasuh dan mendidiknya. Saat mereka masih kecil, ketiganya sangatlah kompak dan menyayangi ibunya, tapi semakin tua semakin terlihat tanda-tanda ke-durhaka-an mereka….
Mereka lupa, siapa sebenarnya mereka…
Mereka lupa, bahwa mereka lahir dari dalam rahim ibu pratiwi…
Mereka lupa untuk apa mereka dilahirkan..
Mereka lupa untuk sekedar memberikan sembako kpd bundanya…
Mereka terlalu asik dengan jabatan dan uangnya..
Bahkan, mereka mungkin sudah lupa siapa tuhannya..
Atau mungkin, mereka sudah menciptakan agama baru dengan ‘uang’ sebagai tuhan-nya..
Wallohualam…
Hmm… sayup-sayup terdengar alunan lagu Iwan Fals

…Serdadu jangan mau disuap
Tanah ini jelas meratap
Serdadu jangan lemah syahwat
Ibu pertiwi tak sudi melihat.
.

yang bisa kartunmania lakukan, hanyalah berdoa semoga ketiga anak Ibu Pratiwi cepat menyadari kesalahannya sehingga ibunda Pratiwi tidak kleleran lagi… amin

Selamat hari Kartini saudari-saudariku semua…
Semoga anda mendapatkan kebahagiaan tanpa merasa berada di bawah derajad kaum pria..

Kartun dan Karikatur Koran Tempo, 11 April 2010

LOTIF – Karya : Beng Rahadian

Karya : Koes





Money Loundry

12 04 2010

Pencucian uang (money loundry) sebenarnya sama dengan money changer bro… prinsipnya uang ditukar dengan uang, Kalo money changer yang ditukar adalah ‘mata‘-nya, tapi kalau money loundry yang ditukar ‘kotoran‘-nya…. Ada subyek dan ada obyek, prinsip transaksinya beda tipis… tetapi esensinya beda. Kenapa bisnis binatu uang ini banyak digunjingkan orang? Yup, ternyata subyek yang membutuhkan money loundry ini banyak sekali. Kenapa? Yah, mungkin cara bawa uangnya kagak bener bro, jadi jatuh ke got…. :mrgreen:
Ssssst… jangan heran jika untuk menjadi raja kecil, anda harus siapkan dana 50 rupiah, padahal upah raja selama 5 thn cuma 5 rupiah. Itu aja, yang minat berjibun bro…. Tebak, ada tidak kaitannya dengan tukang cuci di atas??
Maybe Yes…
Maybe No…
Maybe, gak usah melu-melu!! Yang penting siapin 3 permintaan kamu, om Jin akan mengabulkannya….. :lol:

Koran Tempo edisi 04 April 2010

LOTIF – Karya : Beng Rahadian

Karya : Slamet W. – Karang Tengah





Motor angkutan

5 04 2010

Motor adalah salah satu kendaraan alternatif yang banyak dipakai oleh masyarakat kita. Booming motor kayaknya dimulai paska resesi 1998, dimana pada saat itu si pemakai mobil turun tahta dan pekerja/pegawai swasta yg kena PHK beralih profesi menjadi tukang ojek.
Kenapa mesti Motor? Yup, motor mempunyai daya jelajah yang cukup jauh namun harganya cukup terjangkau. Faktor lain yang membuat motor menjadi raja jalanan adalah kemudahan yang di dapat dari sektor pembiayaan. Persaingan yang tidak sehat dalam pemberian kredit dengan memberikan DP di bawah 5%, membuat motor bisa didapat oleh siapa saja. Di sisi lain, lembaga pembiayaan sebenarnya sedang berlomba-lomba menuju jurang kehancuran.
Okeeh, itu masa lalu bro…. Saat ini laris manisnya motor -tidak bisa dipungkiri- bisa menjadi indikator meningkatnya taraf hidup masyarakat kita. Motor bukan hanya sebagai alat tranportasi, tp sudah ke tahapan mode. Menjamurnya modifikasi motor dan laris manisnya aksesoris motor adalah buktinya. Namun, terkadang pemilihan aksesoris ataupun modifikasi yang dilakukan seseorang itu menggelikan. Contohnya adalah ilustrasi Lotif di bawah ini. Jika aksesoris tersebut hanya dipakai setahun sekali saat mudik lebaran, kenapa harus beli yang mahal-mahal? :D

Koran Tempo edisi 28 Maret 2010

LOTIF – Karya : Beng Rahadian

Karya : Khoiril Mahabib- Kaliwungu, Kendal





Obama batal datang

30 03 2010

Rencana kedatangan presiden AS, Barack Obama ke Indonesia yang batal datang ke Indonesia, memunculkan aneka macam analisa, dari analisis klas warteg s/d analisis klas wahid. berlomba-lomba memberikan komentarnya. Namun para kartunis punya analisis spesial… Ini dia, analisis Kang Beng Rahadian :

Koran Tempo edisi 21 Maret 2010

LOTIF – Karya : Beng Rahadian

- Why still not came?
+ i don’t know
= Possibly he felt was not glad, the reception for him exceeded the reception to the president of the host :mrgreen:

Karya : Tonno

Karya : Tonno





Praduga membawa sengsara

12 03 2010

Praduga adalah anggapan tentang sesuatu tanpa (harus) membuktikannya terlebih dahulu; prasangka – Kamus Besar Bahasa Indonesia -. Pada kenyataannya, sebenarnya antara praduga dan prasangka terdapat sedikit perbedaan arti. Sama-sama tanpa (harus) membuktikannya terlebih dahulu, namun praduga berdasarkan analisa yang lebih obyektif, sedangkan prasangkan berdasarkan analisa yang subyektif.
Okeeeh, lupakan dulu perbedaan kata tersebut, kita kembali ke masalah praduga. Lotif memberikan deskripsi kasus yang -bukan tidak mungkin- pernah kita alami. Sah-sah saja anda dan saya mempunyai praduga tentang suatu masalah. Namun ketika masih dalam tahap ‘pra’ dan kita ‘over confident’ bahwa itu benar lantas buru-buru meng-konfrontasi ke pihak lain, bukan tidak mungkin akan terjadi benturan seperti kasus si Lotif. :sad:
Garis merah dari kartun ini mungkin adalah pentingnya sikap berhati-hati dalam segala tindakan kita, ‘over confident’ bukan sikap yang perlu kita ikuti, bla..bla..bla… monggo dimaknai sendiri-sendiri…..

Koran Tempo edisi 7 Maret 2010

LOTIF – Karya : Beng Rahadian

Karya : Ikhsan Dwiono

Karya : Toto Suwito – Superman ngojek








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.