Power sliding door with remote control

14 05 2010

Benny & mice masih seperti sedia kala, kocak abisss..
Panji Koming pun tetap dengan karikatur kritisnya…
Konpopilan, tetap asik dengan tikus-tikusnya…
Timun melihat fenomena tenaga kerja outsourching yang tidak manusiawi..
Sukribo pun masih tetap tengil, kritikannya halus tetapi pedesss…
Okeeeh, silakan dinikmati aja bro… :D

Kartun Kompas, edisi 2 Mei 2010

BENNY & MICE – Karya : Benny Rachmadi [Benny] dan Muhammad Misrad [Mice]

Read More…..





Jakartaria : Antisipasi Teroris

6 05 2010

Pengejaran terhadap pelaku tindak terorisme di Indonesia terus dilakukan oleh pihak Kepolisian RI. Ini terbukti dengan adanya beberapa kali penangkapan / penggrebekan yang dilakukan di Aceh dan di tempat-tempat lain. Polri dengan Densus 88-nya meyakini bahwa jaringan terorisme masih banyak tersebar di wilayah RI. Untuk itu, peran masyarakat dalam memberikan informasi terhadap orang-orang atau kegiatan-kegiatan yang menjurus ke tindak terorisme, sangatlah diharapkan. Dengan tidak mengenyampingkan peran pribadi, RT sebagai gen dari pemerintahan memang jadi ujung tombak utama dalam meng-akomodir peran masyarakat ini. Jakarta dengan tingkat kompleksitas yang sangat tinggi, sangatlah memungkinkan untuk dijadikan tempat persembunyian mereka. Menyangkut hal ini, pendataan warga baru oleh pengurus RT harus selalu dilakukan. Konsentrasi mungkin justru kepada warga tidak tetap (warga yang kontrak dan kost), karena tingkat mobilitas mereka yang sangat tinggi. Permasalahan di lapangan yang sering timbul adalah :

  • Pemilik kost / kontrakan banyak yang tidak berdomisili di wilayah RT yang bersangkutan, sehingga kontrol terhadap identitas pengguna jasa kost / kontrakan tersebut kurang.
  • Pemilik kost / kontrakan ada yang menutup mata terhadap si calon penghuni rumah kost / kontrakannya. Tingkat hunian jadi penyebabnya. Calon penghuni yang laki dan perempuan ngakunya sih kakak beradik, si bos kontrakan percaya aje tanpa mengecek dokumen pendukung. Makanya kagak heran klo kumpul kebo, kumpul sapi atau kumpul babi, jadi ngetrend…. :mrgreen:
  • Penghuni kost / kontrakan, jarang berada di tempat sehingga pengurus RT susah untuk menghubunginya. Maklum bro, ibukota tempatnya segala macam profesi, ada yang kerjanya siang ada juga yang kerjanya malam. Bahkan ada yang kerja siang malam…. ck ck ck…
  • Tempat kost digunakan untuk tempat persinggahan ‘sementara’…. Kalo ke hotel mahal bro…. :P

So, sekarang gimana dong….

  • Pengurus RT harus bersikap lebih tegas kepada para pemilik Kost / kontrakan yang sembarangan dalam memilih penghuni. Gunakan sistem sangsi jika diperlukan, khususnya buat pemilik kontrakan yang tidak berdomisili di wilayah tsb dengan menahan Kartu Tagihan PBB sbg misal.
  • Pengurus RT bisa meminta warga untuk menunjukkan kartu identitas yg diperlukan untuk membuat database warga yang selalu up to date. Pendataan bisa dilakukan berbarengan dengan penarikan iuran swadaya/bulanan.
  • Pengurus RT harus bisa mengajak semua warga baik tetap maupun tidak, untuk bersama-sama aktif di kegiatan RT seperti kerja bakti atau kegiatan keagamaan.
  • Informasikan dan koordinasikan dengan pihak Babinsa  dan Binmaspol jika terdapat tanda-tanda yang mencurigakan terjadi di wilayah RT.

* disarikan berdasarkan pengalaman Mantan Ketua RT 015/010 Pademangan Timur Jakarta *

Okeeh, balik ke kartun. Kang Didie SW kayaknya melihat bahwa pendataan penduduk dalam rangka antisipasi tindak terorisme yang dilakukan pengurus RT kelihatannya kayak ‘panas-panas tai ayam’…

Kartun Kompas edisi 12 Maret 2010
Karya :Didie SW

Humor adalah hal-hal lucu yang bisa membuat kita ketawa ngakak, gak peduli itu mentertawakan keadaan dan situasi, orang lain atau bahkan mentertawakan diri sendiri… But, jangan jalan sambil senyum-senyum atau ketawa sendirian bro….





Pedas lawan Keras

27 04 2010

Kasus Priok, Priok Berdarah, Priok Membara, Tragedi Priok dan judul-judul bombastis lainnya menghiasi halaman media cetak dan elektronika. Kartunmania hanya selintas saja menyaksikan tayangan dari media TV (terutama) yang menayangkan kejadian tersebut dengan sangat berlebihan. Berlebihan? Ya!! Berulang-ulang adegan kekerasan yang sangat tidak pantas ditayangkan itu diputar. Adegan korban yang sudah tidak berdaya terkapar dijalanan dan masih dihujani dengan batu dan pukulan tersebut sangat memilukan. Yaah, meskipun ditutup dengan sedikit di acak, namun esensi kekerasan tersebut sangat tidak baik untuk dipertontonkan ke masyarakat.
Apa sih motivasi Media TV menayangkan adegan tersebut?
Untuk menyampaikan fakta yang sebenarnya?
So, what?? Kenapa mesti berulang-ulang? Ah, uang ternyata sering menyilaukan mata hati seseorang. Hanya demi Rating tinggi mereka rela mengorbankan sisi pendidikan bagi generasi muda kita…….
Okeeh, kartunmania tidak bisa membahas lebih detail tentang kasus Priok. Jujur saja, kartunmania gak tahu siapa yang sebenarnya bersalah dalam kasus ini, Satpol PP – pemprov DKI Jaya atau keluarga ahli waris Mbah Priok, atau warga masyarakat yang ikut memicu terjadinya tragedi tsb.
Jujur saja di satu sisi sedih, kenapa hal ini terjadi..
sedih…. kenapa sesama umat islam saling bunuh untuk sesuatu yang samar-samar… :sad:
marah… sialan tuh si provokator…. :mad:
salut… bagi siluman yang bisa mengubah isu kasus tanah menjadi isu jihat…. :mrgreen:
prihatin…. masih banyak saudara-saudaraku yang sangat mudah tersulut… :(
sangat prihatin…. masih banyak saudara2ku yang bodoh… :(
waspada… jangan sampai anak, keponakan, adik, kakak, dan sodara2ku ikut-ikutan sesuatu yg gak jelas..
menangis… :cry: semoga arwah korban diterima disisiNya dan diampuni segala dosa kesalahannya. Semoga keluarga yg ditunggalkan mendapatkan kekuatan, semoga kasus ini segera mendapatkan jalan keluar terbaik, semoga anak-anak kita tidak terjerumus ke dalam kesalahan serupa untuk yang kedua kalinya… amin 3X.
Lanjut ke kartun aje ya bro, satu pelajaran lagi dari bang Lotif, kerasnya batu terkadang kalah dengan pedasnya lidah… maka tak tak heran jika ilustrasi tersebut terjadi… :D
Sedangkan Pakho masih menyoroti fenomena Gayus yang digambarkan mirip gembong Mafia War, perampok berclurit aja tidak berani menjamah hartanya Gayus…. :lol:

Kartun dan Karikatur Koran Tempo, 18 April 2010

LOTIF – Karya : Beng Rahadian

Karya : Pakho





Sepakbolaria – sikaaat

23 04 2010

Satu kata yang mempunyai dua atau lebih arti, bisa membuat orang salah persepsi. Tidak terkecuali si Gino yang memang punya karakter setengah oon…
Okeeh.. selamat menikmati aja bro… :D

Tabloid Bola Edisi 15 April 2010

Sepakbolaria – sikaaat – Karya : nunk

Sport Cartoon – Balap Sepeda

Karya : Dhais

Karya : Najib

Karya : Hanza – Yogya

Karya : Rifky

Karya : Odris

Karya : Ikhsan Dwiono

Karya : M. Nazar – Kaliwungu, Kendal

Karya : Tonno





Janda Tiga Anak

22 04 2010

Sedih…. :(
Sudah ditinggal mati suami, tiga orang anaknya yang sukses berkarir di tiga instansi berbeda, ikut-ikutan “meninggalkan” ibu Pratiwi. Mereka sudah tidak peduli lagi tentang nasib ibunya yang notabene-nya adalah orang yang telah mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan, mengasuh dan mendidiknya. Saat mereka masih kecil, ketiganya sangatlah kompak dan menyayangi ibunya, tapi semakin tua semakin terlihat tanda-tanda ke-durhaka-an mereka….
Mereka lupa, siapa sebenarnya mereka…
Mereka lupa, bahwa mereka lahir dari dalam rahim ibu pratiwi…
Mereka lupa untuk apa mereka dilahirkan..
Mereka lupa untuk sekedar memberikan sembako kpd bundanya…
Mereka terlalu asik dengan jabatan dan uangnya..
Bahkan, mereka mungkin sudah lupa siapa tuhannya..
Atau mungkin, mereka sudah menciptakan agama baru dengan ‘uang’ sebagai tuhan-nya..
Wallohualam…
Hmm… sayup-sayup terdengar alunan lagu Iwan Fals

…Serdadu jangan mau disuap
Tanah ini jelas meratap
Serdadu jangan lemah syahwat
Ibu pertiwi tak sudi melihat.
.

yang bisa kartunmania lakukan, hanyalah berdoa semoga ketiga anak Ibu Pratiwi cepat menyadari kesalahannya sehingga ibunda Pratiwi tidak kleleran lagi… amin

Selamat hari Kartini saudari-saudariku semua…
Semoga anda mendapatkan kebahagiaan tanpa merasa berada di bawah derajad kaum pria..

Kartun dan Karikatur Koran Tempo, 11 April 2010

LOTIF – Karya : Beng Rahadian

Karya : Koes





Jakartaria – Ahli Situ

15 04 2010

Situ adalah salah satu sumber daya alam yang kita punyai saat ini. Dari data Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Departemen PU dilaporkan bahwa jumlah situ-situ yang terdapat di Jabotabek ada 218 buah dengan luas total 2.116,5 Ha. Jumlah tersebut tersebar di kawasan DKI (35), Bogor (122), Tangerang (45) dan Bekasi (16). Namun karena berbagai hal situ-situ tersebut kini luasnya tinggal 1.978,02 Ha dan jumlahnya telah semakin berkurang.
Masalah pengelolaan menjadi kendala utama. Kenapa?

  • Kurang jelasnya batasan penguasaan lahan situ.
  • Kondisi perubahan tata guna lahan dan peralihan fungsi situ.
  • Terbatasnya keuangan pemerintah pusat dan daerah untuk mengelola situ.
  • Rendahnya kesadaran masyarakat akan fungsi dan keberadaan situ.
  • Dari aspek penataan ruang adalah belum mantapnya rencana detail kawasan dan rencana teknis situ.
  • Sementara untuk bidang pengendalian tata ruang, adalah lemahnya pengawasan dan penegakan hukum dan kurangnya penyuluhan serta sosialisasi akan peranan dan manfaat situ.

Selengkapnya….di BKPRN

Kasus jebolnya Situ Gintung di Cirendeu Ciputat Tangerang beberapa bulan yang lalu menjadi topik dari Jakartaria kali ini. Kalo dilihat dari rentang kejadian tersebut dengan kartun ini, sepertinya kedaluwarsa, namun kartunmania pikir Bung Jitet pasti punya tujuan sendiri. Mungkin ini sebagai media untuk  mengingatkan kembali bahwa bahaya dari pengelolaan Situ yang salah, akan terus ada… untuk itu, tetap waspadalah….waspadalah…. **BangNapiMode:On**

Kompas edisi 19 Pebruari 2010





Obama batal datang

30 03 2010

Rencana kedatangan presiden AS, Barack Obama ke Indonesia yang batal datang ke Indonesia, memunculkan aneka macam analisa, dari analisis klas warteg s/d analisis klas wahid. berlomba-lomba memberikan komentarnya. Namun para kartunis punya analisis spesial… Ini dia, analisis Kang Beng Rahadian :

Koran Tempo edisi 21 Maret 2010

LOTIF – Karya : Beng Rahadian

- Why still not came?
+ i don’t know
= Possibly he felt was not glad, the reception for him exceeded the reception to the president of the host :mrgreen:

Karya : Tonno

Karya : Tonno








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 34 pengikut lainnya.